IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Takut Itu Perlu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Arief Prasetya



Jumlah posting : 28
Age : 23
Location : currently in Kuwait
Registration date : 22.03.09

PostSubyek: Takut Itu Perlu   Wed Mar 25, 2009 10:21 pm

Takut bisa dialami siapa aja, kapan aja, tanpa pandang bulu. Tapi kalo kita ketakutan kok malah dicela? Dikatain banci, cowok lemah, dll. Emangnya kita nggak boleh takut?

[img][/img]

Takut? Huh, itu kalimat yang pantang keluar dari bibir cowok. Soalnya, cowok itu ditakdirkan
sebagai pemimpin dan pelindung. Makanya “haram” hukumnya cowok penakut. Kalo sampe suatu saat temen-temen tau kamu lagi ketakutan (apalagi cuma gara-gara hal yang mereka anggap cemen), bisa dipastiin, kamu pasti bakal jadi bulan-bulanan!

Yup, itu stereotip yang kadung bercokol di pikiran banyak orang. Nggak tau gimana asal
muasalnya, yang jelas banyak orang yang emang membedakan karakteristik cowok dan cewek dengan tidak adil. Karena cewek dianggap mahluk yang lemah, dia pun dikasih banyak toleransi. Dan karena cowok dianggap memiliki banyak kelebihan daripada cewek, cowok lantas dibebani sejumlah keharusan. Salah satunya ya itu tadi, cowok harus pemberani! Pokoknya berhadapan dengan situasi apapun nggak boleh jiper.

Padahal kalo ditilik-tilik lebih jauh, cowok juga punya hak kok untuk merasa takut dan
mengeluarkan ekspresi ketakutannya. Basically cowok dan cewek itu kan sama-sama human being, yang dari lahir udah dibekali dengan perangkat berpikir dan merasa. Jadi kalo begitu berhadapan dengan situasi yang nggak mengenakkan buat dia, terus dari otaknya tiba-tiba muncul berbagai pikiran yang aneh dan membawa dia pada perasaan takut, ya itu sih wajar aja.

Ada yang Normal, Ada yang Nggak
Emang ada ketakutan yang normal dan yang nggak. Ketakutan yang normal adalah ketakutan yang memiliki alasan jelas. Maksudnya, obyek yang bikin takut itu emang nyata dan mungkin bakal dipersepsikan sama oleh orang lain.

Misalnya, kalo kamu lagi pergi berkemah di hutan yang pohon-pohonnya banyak jadi sarang ular berbisa, terus kamu jadi takut jalan dekat-dekat pohon, itu sih pantes. Atau contoh lain, kalo kamu merasa ketakutan begitu di dalam bus dipepet sambil ditodongin pisau sama seseorang yang minta duit atau barang yang lagi kamu pakai. Semua orang juga pasti bakal ciut, jack, saat mengalami hal begini.

Tapi kalo ketakutan yang kamu rasakan nggak ada alasan yang jelas, nah, itu nggak normal namanya. Satu contoh deh, kamu panik setengah mati kalo ngeliat kemoceng, meskipun tuh kemoceng lagi “diem”. Nggak masuk akal kan? Soalnya kenyataannya kemoceng kan benda mati, yang jelas-jelas nggak bakal bisa menyakiti manusia kalo nggak dipergunakan dengan sengaja untuk menyakiti.

Atau, begitu malem-malem kamu niat lewat di sebuah jalan yang konon banyak setannya, terus kamu serta merta ketakutan, sampe-sampe membatalkan lewat di jalan itu. Man, setan itu kan maya. Biarpun banyak orang yang meyakini keberadaannya, tapi kenyataannya sampe sekarang gimana bentuk konkrit setan itu nggak pernah bisa digambarkan oleh siapapun!

Ngebangkitin Awareness
Anyway, apapun juga, sebetulnya ketakutan itu memiliki sisi positif buat kita. Saat kita
merasa takut, kerja organ-organ tubuh bertambah cepat. Akibatnya, fisik dan mental kita jadi siaga setiap saat.

Waktu lagi berada dalam situasi takut, otak biasanya tiba-tiba jadi cemerlang, man. Banyak ide untuk menyelamatkan diri yang bermunculan mendadak. Padahal, dalam situasi biasa (nggak lagi ketakutan maksudnya), ide-ide itu mungkin nggak pernah sekalipun terlintas.

Gitu juga fisik. Karena berbagai strategi untuk menyelamatkan diri udah tergambar jelas dalam otak, secara otomatis fisik dengan kekuatannya yang bertambah berkali-kali lipat bisa langsung menjalankan strategi itu kapan aja. Ini semua dimotori oleh kebutuhan dasar manusia untuk survive.

Sisi positif lain, ketika kita merasa takut dan awareness sudah terbangkit, insting suka ikut-ikutan jadi tajam lho. Kalo biasanya ngedenger bunyi beling jatuh di jalan kita cuek
aja (malah kadang-kadang nggak kedengeran, jack), saat lagi ketakutan otak langsung bekerja menyelidiki berbagai kemungkinan.

Toh, biar begitu bukan berarti rasa takut nggak membawa dampak negatif sama sekali. Imbas buruk dari rasa takut, pertama, bisa bikin kita lose control. Keinginan untuk survive saat kita merasa takut tuh kadarnya kadang melewati batas. Sikon ini bisa bikin kontrol diri jadi kendor waktu kita lagi melakukan suatu reaksi menghindar dari obyek yang bikin takut. Sehingga keselamatan kita tetap aja terancam.

Misalnya, saking takutnya dikeroyok sama orang-orang yang malak kita, terus kita lari kayak rang kesetanan di pinggir jalan raya tanpa memperhatikan apakah mobil yang lewat di sebelah lagi kenceng apa nggak, nah, itu kan gawat. Kalo ketabrak gimana?

Yang kedua, kalo setelah mengalaminya, kita nggak bisa menetralisir rasa takut yang muncul terhadap suatu obyek, besok lusa begitu kita menemui situasi yang sama, kita pasti bakal ketakutan lagi dan reaksi ketakutan ini pasti bakal bertambah intensitasnya.

Perlu diinget lagi kata-kata di atas yang bilang bahwa timbulnya rasa takut itu pasti disertai timbulnya pikiran aneh-aneh dalam otak. Nah, bayangin deh, kalo kamu terus-terusan ketemu dengan kondisi menakutkan dan setiap kali ketakutan yang dirasakan itu muncul kadarnya selalu bertambah, pikiran aneh dalam otak pasti bakal lebih meluas ke segala area dan meresap lebih dalem.

Imbasnya, kamu pun tanpa disadari jadi menggeneralisir ketakutan itu ke segala hal, termasuk hal-hal yang sebenernya nggak perlu ditakuti. Dan ini bisa membawa akibat kamu mengalami anxiety disorder alias “penyakit” kecemasan. Atau paling nggak, gampang kena serangan panik. Kalo udah begini, dijamin hidup nggak pernah bakal nyaman deh. Lha, sedikit-sedikit cemas, sebentar-sebentar panik, gimana mau tenang?

So, gimana kesimpulannya? It’s okay aja kalo kamu merasa takut, karena setiap orang pasti pernah merasakan hal yang sama. Terus, nggak apa-apa juga kalo saat takut itu kamu mengeluarkan reaksi ketakutan, karena setiap orang butuh untuk survive.

Tapi, setelah melalui segala kondisi nggak enak ini, coba pikirin sekali lagi apakah ketakutan kamu itu real atau nggak. Kenapa juga kamu bisa sampe berhadapan dengan obyek yang menakutkan itu. Lalu, coba deh cari jalan untuk meredam rasa takut tersebut dan menghindar dari obyek yang bikin kamu takut, kalo sewaktu-waktu kamu terpaksa berhadapan lagi dengan obyek yang menakutkan itu
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Helena



Jumlah posting : 353
Age : 22
Location : BSD
Registration date : 21.03.09

PostSubyek: Re: Takut Itu Perlu   Fri Mar 27, 2009 6:12 pm

pertamax cheers
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
ayss



Jumlah posting : 81
Registration date : 26.03.09

PostSubyek: Re: Takut Itu Perlu   Fri Mar 27, 2009 8:22 pm

keduaaaaaaaaaaa cheers
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Dazzle



Jumlah posting : 332
Age : 22
Location : Dunia Khayalan
Registration date : 22.03.09

PostSubyek: Re: Takut Itu Perlu   Sun Mar 29, 2009 12:24 am

@atas2 gua, kok ngejunk sih -__________-

bntar2, gua hampir susah buat takut, tapi, sekalinya takut, parah banget -_-...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Rany 009



Jumlah posting : 56
Age : 22
Location : Tangerang
Registration date : 17.03.09

PostSubyek: Re: Takut Itu Perlu   Sun Apr 05, 2009 4:00 pm

ooooo, ini bacaan cowo. kan gue cewe. HAHAHAHAH. pertamax
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Takut Itu Perlu   Today at 5:06 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Takut Itu Perlu
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» apa perlu gw ganti oli??
» ASK : Ganti filter replacement perlu setting ulang atau tidak??
» memperkenalkan diri
» xeroderma pigmentosum
» Saya newbie minta Tolong Bantuannya sama bro2 pro semuanya...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: the PGSI. :: PGSI menggosip-
Navigasi: